Ekonomi

Optimalkan Digitalisasi dan Operasional, PT Terminal Teluk Lamong Jaga Tren Pertumbuhan Positif

313
×

Optimalkan Digitalisasi dan Operasional, PT Terminal Teluk Lamong Jaga Tren Pertumbuhan Positif

Share this article
Istimewa

ENTERJATIM.COMSURABAYA, 14 APRIL 2026 – Kinerja PT Terminal Teluk Lamong (TTL) pada Kuartal I Tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Arus petikemas tercatat mencapai 694.996 TEUs, meningkat dari realisasi Kuartal I 2025 sebesar 665.007 TEUs.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan arus petikemas internasional yang signifikan. Hal ini seiring dengan penambahan lima layanan baru, yakni Feeder Asia Express Service (FAX), Sea–India Service 1 (SEI1), TPI Service, TI1 Service, dan CIM Service. Selain itu, terdapat tambahan tujuh kapal adhoc pelayaran internasional yang memperkuat konektivitas, khususnya pada rute Singapura, Malaysia, Taiwan, hingga kawasan Timur Tengah.

Tak hanya internasional, arus petikemas domestik juga mengalami kenaikan. Peningkatan kinerja pelayaran tujuan Makassar, Kendari, dan Berau melalui Terminal Petikemas Nilam turut menjadi faktor pendorong pertumbuhan tersebut.

Capaian ini mencerminkan optimisme para pemilik barang terhadap efektivitas operasional TTL dalam menangkap peluang pertumbuhan arus logistik. Hal tersebut tidak terlepas dari upaya manajemen dalam mendorong Operational Excellence dan Customer Satisfaction melalui strategi digitalisasi layanan.

Memasuki Maret 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, TTL menerapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kelancaran arus logistik. Optimalisasi kapasitas terminal, penyediaan buffer area bagi kendaraan angkutan barang, serta kesiapan sistem Terminal Booking System (TBS) menjadi fokus utama.

See also  Dolar Tersungkur, Indonesia Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

“Guna memastikan kelancaran logistik barang sepanjang Hari Raya Idulfitri hingga setelahnya, TTL mengoptimalkan kapasitas terminal, menyediakan buffer area untuk kendaraan angkutan barang, serta memastikan kesiapan sistem Terminal Booking System agar proses pengaturan muatan dan kendaraan dapat dilakukan secara terintegrasi,” ujar Syaiful Anam, Sekretaris Perusahaan TTL.

Selain itu, TTL juga konsisten menerapkan pola operasional berbasis planning and control. Hal ini tercermin dari capaian rasio ET/BT (effective time dibandingkan berthing time) yang mencapai 86,85 persen, melampaui target 81 persen. Sementara itu, untuk kapal petikemas domestik, capaian berada di angka 73,91 persen dari target 73 persen.

Dengan kinerja tersebut, TTL optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026, sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul logistik strategis di kawasan Indonesia timur. (QWE)