Umum

Gubernur Khofifah: Kesehatan Ibu Kunci SDM Unggul

337
×

Gubernur Khofifah: Kesehatan Ibu Kunci SDM Unggul

Share this article

ENTERJATIM.COMSURABAYA, 21 April 2026 – Memperingati Hari Kartini 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta mendorong peran strategis perempuan dalam pembangunan lintas sektor.

Ajakan tersebut selaras dengan tema peringatan tahun ini, yakni “Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)”, yang menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam melindungi keselamatan ibu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Khofifah, upaya menekan angka kematian ibu tidak bisa dilepaskan dari penguatan peran perempuan sebagai subjek utama pembangunan, mulai dari lingkup keluarga hingga tingkat global. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus terus diaktualisasikan dalam langkah nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup perempuan.

“Spirit perjuangan Kartini harus kita wujudkan melalui langkah konkret, salah satunya dengan memastikan kesehatan ibu sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, perempuan memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjaga keberlanjutan pembangunan sosial dan ekonomi. Oleh sebab itu, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan layanan kesehatan yang berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus perbaikan status gizi masyarakat. Penguatan layanan dilakukan melalui pengembangan stroke center, jantung center, onkologi center, hingga layanan kesehatan bergerak untuk menjangkau wilayah kepulauan.

See also  Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Fee Proyek dan Dana CSR

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga terus didorong, salah satunya melalui aplikasi e-Desi untuk deteksi dini faktor risiko hipertensi yang menjadi bagian penting dalam pencegahan komplikasi pada ibu hamil.

Capaian tersebut sejalan dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi serta prevalensi stunting di Jawa Timur yang berhasil ditekan hingga 14,7 persen pada 2025. Meski demikian, Khofifah menekankan bahwa upaya tersebut harus terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk edukasi kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“Penurunan angka kematian ibu bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan gender, Jawa Timur mencatat tren positif. Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2025 mencapai 93,29, meningkat dari 92,19 pada tahun sebelumnya dan tetap melampaui rata-rata nasional. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tercatat sebesar 0,347, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,421.

Partisipasi perempuan di berbagai sektor juga terus meningkat. Keterwakilan perempuan di legislatif mencapai sekitar 20 persen, sementara partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tercatat sebesar 60,64 persen.

Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, Khofifah mengingatkan masih adanya tantangan yang perlu dihadapi bersama, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, serta stunting yang berkontribusi terhadap risiko kesehatan ibu.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat perlindungan perempuan melalui optimalisasi peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di berbagai daerah.

See also  Dua Penghargaan Nasional Diraih UPT PTKK, Gubernur Khofifah : Pemprov Jatim Perkuat SDM Vokasi

Dalam konteks global, Khofifah juga menyoroti peran perempuan Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia. Salah satunya melalui inisiatif organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama yang mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres.

Surat tersebut berisi sembilan poin imbauan, antara lain penghentian konflik bersenjata, penguatan diplomasi damai, perlindungan warga sipil, serta peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian dunia.

“Ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia tidak hanya berperan di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki kontribusi strategis dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadilan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Khofifah mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus bergerak bersama, berkontribusi, dan berkhidmat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, hingga dunia, dengan menjadikan kesehatan ibu sebagai prioritas utama.

“Selamat Hari Kartini. Mari kita jadikan momentum ini untuk bergerak bersama menurunkan angka kematian ibu, memperkuat peran perempuan, dan menghadirkan generasi yang sehat, kuat, serta berdaya saing,” pungkasnya. (SEQ)