Bisnis

TPK Teluk Lamong Tambah Layanan Internasional Baru, Perkuat Posisi Hub Logistik Indonesia Timur

296
×

TPK Teluk Lamong Tambah Layanan Internasional Baru, Perkuat Posisi Hub Logistik Indonesia Timur

Share this article
Maiden Voyage MV WANTAI di TPK Teluk Lamong menandai hadirnya layanan SCJX yang menghubungkan Surabaya dengan berbagai pelabuhan utama di Tiongkok Selatan.

ENTERJATIM.COMSURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali memperkuat konektivitas pelayaran internasional dengan menyambut kedatangan perdana (maiden voyage) kapal petikemas MV WANTAI/WANT001 yang dioperasikan oleh X-Press Feeders. Kapal tersebut sandar di Terminal Petikemas Teluk Lamong pada Senin (1/6/2026) pukul 22.30 WIB sebagai bagian dari layanan reguler SCJX (South China Java Express) Service.

Masuknya layanan SCJX menjadi layanan internasional baru kedua yang beroperasi di TPK Teluk Lamong sepanjang tahun 2026. Kehadiran layanan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan perdagangan langsung antara Surabaya dan sejumlah pelabuhan utama di kawasan Tiongkok Selatan.

MV WANTAI merupakan kapal petikemas berbendera Liberia dengan panjang 210 meter dan lebar 32 meter. Kapal ini memiliki bobot mati (DWT) sebesar 38.250 ton dengan kapasitas angkut mencapai 2.902 TEUs. Pada pelayaran perdananya di Teluk Lamong, kapal tersebut melayani aktivitas bongkar muat sebanyak 1.250 TEUs.

Layanan SCJX melayani rute Jakarta–Surabaya–Yantian–Xiamen (OGT)–Xiamen (HTN)–Nansha. Rute tersebut memberikan pilihan konektivitas baru yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha ekspor dan impor, terutama yang memiliki tujuan perdagangan ke kawasan industri dan pusat manufaktur utama di Tiongkok Selatan.

Terminal Head TPK Teluk Lamong, Capt. Pierre Rochel T., mengatakan kehadiran layanan SCJX semakin mempertegas peran Teluk Lamong sebagai salah satu gerbang perdagangan internasional strategis di Indonesia Timur.

See also  Sinergi Jatim–Kalteng Makin Kuat, Gubernur Khofifah : Misi Dagang Bukukan Rp2 Triliun

“Kehadiran layanan SCJX memberikan alternatif konektivitas yang semakin kompetitif bagi para eksportir dan importir, khususnya menuju berbagai pelabuhan utama di Tiongkok Selatan. Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh X-Press Feeders untuk menjadikan TPK Teluk Lamong sebagai salah satu pelabuhan singgah dalam layanan ini,” ujarnya.

Menurut Pierre, bertambahnya jumlah layanan internasional reguler menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan perusahaan pelayaran global terhadap kualitas layanan dan keandalan operasional yang dimiliki TPK Teluk Lamong.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga produktivitas, keandalan operasional, serta kepastian pelayanan guna mendukung kebutuhan pelanggan dan pertumbuhan perdagangan internasional melalui Surabaya,” tambahnya.

Apresiasi juga datang dari Kapten MV WANTAI, Captain Wang Yongfu. Ia menilai fasilitas dan sistem operasional yang diterapkan TPK Teluk Lamong memberikan pengalaman positif bagi awak kapal.

“Teluk Lamong memberikan kesan yang sangat baik bagi kami. Lingkungannya bersih, operasionalnya tertata, dan konsep green port yang diterapkan sangat terlihat,” kata Wang Yongfu.

Kehadiran layanan SCJX sejalan dengan strategi TPK Teluk Lamong dalam memperluas jaringan pelayaran internasional dan meningkatkan konektivitas maritim nasional. Langkah ini sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok, mempercepat arus barang, serta memperkuat daya saing perdagangan Indonesia di pasar global.

Sebagai terminal petikemas semi otomatis pertama di Indonesia yang mengusung konsep green port, TPK Teluk Lamong terus melakukan inovasi untuk menghadirkan layanan yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Dengan bertambahnya layanan internasional baru, posisi Surabaya sebagai salah satu pusat logistik dan perdagangan utama nasional diproyeksikan semakin kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan maupun nasional. (VKF)