Pemerintahan

Gubernur Jatim Perkuat Pemanfaatan AI, Pemprov Jatim Borong Dua Penghargaan Nasional

387
×

Gubernur Jatim Perkuat Pemanfaatan AI, Pemprov Jatim Borong Dua Penghargaan Nasional

Share this article

ENTERJATIM.COMSURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berkat komitmennya dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, Pemprov Jatim meraih dua penghargaan dalam ajang GARUDA AI Impact Summit 2026.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara yang digelar di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (12/6/2026). GARUDA AI Impact Summit 2026 merupakan puncak rangkaian program peningkatan keterampilan AI nasional yang selama setahun terakhir telah menjangkau lebih dari 145 ribu peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam ajang yang diselenggarakan BINAR bersama Microsoft tersebut, Pemprov Jatim meraih penghargaan kategori The Innov(AI)tor sebagai Best Policymaker Instansi Award. Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur juga memperoleh penghargaan kategori The Catal(AI)st sebagai Ecosystem Builders Instansi Award.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam mengembangkan sistem pemerintahan berbasis digital yang didukung teknologi AI.

“Bagaimana seluruh proses pemerintahan di Jawa Timur harus sudah menggunakan teknologi digital. Di era disrupsi ini, kita semua harus benar-benar jeli dalam memanfaatkan teknologi AI,” ujar Khofifah.

Menurutnya, transformasi AI tidak cukup hanya sebatas pengenalan perangkat atau aplikasi, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, organisasi, dan ekosistem yang mampu memanfaatkan AI untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata.

See also  Pemprov Jatim Perkuat Nilai Spiritual, Gubernur Khofifah Pimpin Khotmil Qur’an Inklusif di Grahadi

“AI transformation tidak cukup hanya dimulai dari pengenalan tools. Yang lebih penting adalah bagaimana manusia, organisasi, dan ekosistemnya siap menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata,” katanya.

Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan melalui integrasi teknologi AI dalam berbagai sektor pemerintahan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program Cerdas Digital yang diselenggarakan bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital, AI Center Universitas Brawijaya, BINAR-Microsoft, Google, dan AWS.

Melalui program tersebut, Pemprov Jatim menggelar berbagai bimbingan teknis yang mencakup penguatan keterampilan digital, keamanan siber, pemanfaatan AI, pengelolaan media digital, literasi keuangan digital, hingga pemanfaatan data.

“Kegiatan ini bersifat inklusif, menyentuh semua lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan dan berkebutuhan khusus. Kami menggelar 52 kegiatan Jatim AI Agent dengan jumlah peserta mencapai 3.007 orang,” ungkap Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyelenggarakan pelatihan teknik prompt engineering untuk pemanfaatan Generative AI dalam analisis data yang diikuti 2.574 peserta non-IT, baik dari kalangan masyarakat maupun aparatur pemerintah.

Tak hanya itu, penerapan Agentic AI untuk sistem otomasi berbasis Large Language Model (LLM) juga dilakukan melalui pelatihan bagi 433 peserta yang terdiri dari staf IT, analis sistem, dan tenaga fungsional administratif tingkat lanjut.

Pengembangan talenta digital juga diperkuat melalui kerja sama antara Pemprov Jatim dan Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Kolaborasi tersebut melahirkan sejumlah program pelatihan seperti Digital Expertise (DEX), Government Transformation Academy, hingga AI Talent Factory yang melibatkan ribuan ASN Pemprov Jatim.

See also  Alarm APBN: Gerusan Rp 75 Triliun untuk Makan Gratis dan Risikonya bagi Keuangan Negara

Program-program tersebut dikembangkan bersama sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Brawijaya dan ITS, untuk menghasilkan solusi AI yang mendukung pemanfaatan data sosial ekonomi, deteksi disinformasi, pelindungan anak di ruang digital, hingga pengelolaan data Sekolah Rakyat.

Pemprov Jatim juga mulai mengintegrasikan teknologi AI dalam sektor pendidikan melalui pelatihan AI bagi guru IT maupun non-IT Sekolah Rakyat, serta program Coding for Kids.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menegaskan bahwa AI harus menjadi teknologi yang dapat diakses dan dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

“AI tidak boleh hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang memiliki akses dan kemampuan teknologi. Manfaat AI harus dapat dirasakan oleh pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara,” ujarnya saat menyampaikan pidato kunci bertajuk AI for Everyone.

Nezar menambahkan bahwa keberhasilan transformasi AI di Indonesia tidak hanya diukur dari kecepatan adopsi teknologi, melainkan juga dari luasnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat serta kesiapan talenta digital dalam menggunakannya secara produktif dan bertanggung jawab.

“Keberhasilan transformasi AI Indonesia tidak hanya diukur dari seberapa cepat teknologi ini diadopsi, tetapi dari seberapa luas manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (OSC)