Umum

Gubernur Khofifah: Zakat Jangan Hanya Penuhi Kebutuhan Hari Ini, Tapi Buka Jalan Menuju Kemandirian

302
×

Gubernur Khofifah: Zakat Jangan Hanya Penuhi Kebutuhan Hari Ini, Tapi Buka Jalan Menuju Kemandirian

Share this article

ENTERJATIM.COMSURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur periode 2026–2031 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (9/8/2026) malam.

Kelima pimpinan yang dilantik yakni H. Mohammad Ghofirin, M.Pd sebagai Ketua BAZNAS Jatim, H. Imam Hambali, M.S.E.I. sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, serta H. A. Afif Amrullah, S.H.I., S.H., M.Pd sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

Kemudian Hj. Amirotul Mu’minah, M.Pd.I. sebagai Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, serta Assoc. Prof. Dr. H. Moch Syafi Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDAI sebagai Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum.

Dalam pelantikan tersebut, Khofifah mendorong BAZNAS Jatim periode 2026–2031 melakukan transformasi pengelolaan zakat. Menurutnya, zakat tidak cukup hanya disalurkan dalam bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mengantarkan mustahik menuju kemandirian.

Khofifah meminta BAZNAS lebih aktif mengidentifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan secara spesifik. Salah satunya komunitas pengemudi ojek online (ojol) perempuan yang sebagian di antaranya merupakan orang tua tunggal.

Kelompok rentan lainnya juga dinilai perlu mendapatkan intervensi yang tepat agar tidak terus berada dalam kondisi rentan secara sosial maupun ekonomi.

“Ketika aspek fisik, kesehatan mental, spiritual dan ekonomi bisa kita intervensi secara beriringan, insyaallah mustahik tidak hanya terbantu untuk melewati persoalan hari ini, tetapi juga memiliki jalan untuk bangkit dan menjadi lebih mandiri,” kata Khofifah.

See also  Dari Grahadi, Gubernur Khofifah Serukan Harmoni Antarumat Saat Sambut Walk for Peace 2026

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar pentasarufan zakat memberikan dampak jangka panjang. Pendampingan kesehatan mental dan spiritual, pemberdayaan ekonomi, hingga pemenuhan kebutuhan dasar perlu dilakukan secara terintegrasi.

Khofifah juga menyoroti masih banyak kebutuhan masyarakat yang membutuhkan intervensi cepat dan spesifik. Mulai dari beasiswa bagi anak-anak keluarga kurang mampu, bantuan sosial, hingga program pemberdayaan ekonomi.

Karena itu, potensi zakat yang besar di Jawa Timur harus dikelola secara amanah, profesional dan transparan. Orientasi pengelolaannya juga perlu semakin diarahkan pada pemberdayaan sehingga zakat dapat menjadi salah satu pengungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BAZNAS Jatim diminta perkuat tata kelola

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan dan Pembinaan Daerah selaku Pembina Wilayah Jawa Timur, Hj. Saidah Sakwan, mengapresiasi pelantikan lima pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031.

Ia menekankan pentingnya kompetensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. BAZNAS Jatim juga dinilai perlu memperkuat konsolidasi dengan berbagai pihak agar program yang dijalankan benar-benar mampu menjawab kebutuhan mustahik.

“Sinkronisasi konsolidasi menjadi penting. BAZNAS Jatim harus menjaga tata kelola sekaligus menjadi bagian problem solving dari seluruh kebutuhan mustahik dan memberikan dampak bagi masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Saidah menilai BAZNAS merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam mengelola dana zakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial masyarakat.

BAZNAS Jatim siapkan Nawa Pradana

Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin menegaskan pihaknya siap membawa BAZNAS Jatim memasuki fase transformasi yang inklusif, profesional dan berdampak.

BAZNAS Jatim akan menjalankan Nawa Pradana, sembilan prioritas strategis yang mengintegrasikan Asta Strategis BAZNAS RI dengan Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

See also  Gubernur Khofifah: Bonus Demografi Harus Diiringi Inovasi, Adaptasi, dan Ketahanan Pangan Sejak Bangku Sekolah

“Nawa Pradana ini menjadi pijakan BAZNAS Jatim dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” kata Ghofirin.

Sembilan prioritas tersebut meliputi BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, BAZNAS Jatim Tangguh, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, dan BAZNAS Jatim Sinergi.

BAZNAS Jatim Peduli akan diarahkan untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan dan dakwah, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar kelompok rentan seperti dhuafa, yatim, lansia, penyandang disabilitas dan gharimin. Program ini juga mencakup dukungan terhadap hunian layak dan kegiatan sosial keagamaan.

Sementara BAZNAS Jatim Cerdas akan berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui beasiswa, pendidikan vokasi dan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat dhuafa.

Pada sektor ekonomi, BAZNAS Jatim Sejahtera diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi penerima manfaat. Dengan pendekatan tersebut, zakat diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi berkembang menjadi modal menuju kemandirian ekonomi.

Sedangkan BAZNAS Jatim Sinergi akan memperluas jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, lembaga amil zakat (LAZ), dunia usaha, ulama dan lembaga pendidikan.

“Sinergi ini menjadi penting untuk mengoptimalkan pengumpulan serta pendayagunaan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya, sekaligus memperkuat literasi dan edukasi agar basis muzaki semakin luas,” pungkasnya. (ZVK)