EkonomiUmum

Sinergi Pelindo dan ALFI Jatim Dukung Ekosistem Logistik Nasional Lebih Kompetitif

240
×

Sinergi Pelindo dan ALFI Jatim Dukung Ekosistem Logistik Nasional Lebih Kompetitif

Share this article
dari kiri ke kanan Didik Kurniawan, Senior Manager Operasi Terminal TPS, Hardono (Balai Karantina, Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur), Navy Zawariq (Kepala Humas Bea Cukai Tanjung Perak), Pierre Rochel (GM TTL) dan Husni, Waketum ALFI Jatim

ENTERJATIM.COMSURABAYA, 20 Mei 2026 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memperkuat komitmen pengelolaan bisnis berkelanjutan melalui sinergi bersama Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui forum Coffee Morning yang digelar di Arcadia Hotel Surabaya, Rabu (20/5), sebagai upaya memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor dalam menciptakan sistem operasional kepelabuhanan yang lebih terintegrasi, efisien, serta adaptif terhadap perkembangan industri logistik.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika A. Palupi, mengatakan peningkatan kualitas layanan terminal petikemas tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh masing-masing pihak. Menurutnya, pelibatan seluruh ekosistem logistik menjadi kunci percepatan transformasi layanan pelabuhan.

“Pelabuhan merupakan ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, peningkatan layanan membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang kuat antara operator, pengguna jasa, pelaku logistik, perusahaan pelayaran, serta stakeholder terkait lainnya,” ujar Erika.

Dalam forum tersebut, isu kepadatan aktivitas terminal petikemas dan masa penumpukan kontainer menjadi salah satu pembahasan utama seiring meningkatnya volume arus barang. TPS menilai tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kapasitas infrastruktur, tetapi juga efektivitas sistem pelayanan dan kedisiplinan operasional seluruh pihak terkait.

Erika menjelaskan, kecepatan administrasi, sinkronisasi data, hingga koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional terminal. Karena itu, dibutuhkan pola kerja yang lebih responsif dan penguatan koordinasi lintas entitas.

See also  TTL Inisiasi Program Green Port Bersama BRIN untuk Pelestarian Ekosistem

Selain aspek operasional, forum ini juga menyoroti pentingnya transformasi budaya kerja di lingkungan pelabuhan agar lebih adaptif, responsif terhadap perubahan, serta berorientasi pada pelayanan prima atau service excellence guna meningkatkan daya saing logistik nasional.

Sejumlah aspirasi dan masukan strategis juga disampaikan para pelaku usaha logistik yang hadir dalam forum tersebut. Beberapa poin yang disepakati untuk ditindaklanjuti bersama meliputi standardisasi layanan bongkar muat, optimalisasi lapangan penumpukan guna mencegah bottleneck, serta konsistensi sistem digital untuk memangkas birokrasi dan dwelling time.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pelindo bersama ALFI Jatim optimistis mampu mewujudkan transformasi operasional pelabuhan yang lebih kompetitif, efisien, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan layanan, pengelola terminal akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan proses operasional, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta penguatan sistem digital guna menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

Sementara itu, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur bersama para pengguna jasa juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kelancaran operasional pelabuhan melalui peningkatan kepatuhan prosedur layanan, optimalisasi perencanaan logistik, percepatan administrasi, serta penguatan koordinasi dengan operator terminal dan instansi terkait. (IUP)