Pemerintahan

Gubernur Jawa Timur: Anak Hebat Akan Melahirkan Indonesia yang Kuat dan Berdaya Saing

218
×

Gubernur Jawa Timur: Anak Hebat Akan Melahirkan Indonesia yang Kuat dan Berdaya Saing

Share this article

ENTERJATIM.COMSURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan investasi strategis bangsa untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, Kamis (23/7).

Menurut Khofifah, tema Hari Anak Nasional tahun ini mengandung pesan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Anak-anak kita adalah pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya, mulai dari hak untuk tumbuh, belajar, sehat, terlindungi, hingga berkembang secara optimal.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada anak melalui sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Khofifah menilai pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini karena kualitas generasi mendatang akan menentukan daya saing Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

See also  Reyog Jadi Warisan Dunia, Gubernur Khofifah Fokus pada Filosofi dan Keberlanjutan

“Anak-anak yang hebat akan melahirkan Indonesia yang kuat dan hebat. Karena itu, seluruh kebijakan pembangunan harus menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama,” katanya.

Di sisi lain, Khofifah mengingatkan bahwa anak-anak saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, perundungan, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Perlindungan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, penuh kasih sayang, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi,” tegasnya.

Khofifah juga mengajak para orang tua memperkuat peran keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak dengan menanamkan nilai kejujuran, disiplin, empati, toleransi, tanggung jawab, serta cinta tanah air sejak dini.

Kepada anak-anak Jawa Timur, Khofifah berpesan agar berani bermimpi besar, terus belajar, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Jadilah generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, dan inovatif. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Ia optimistis anak-anak Jawa Timur memiliki kapasitas besar untuk menjadi generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global apabila mendapat dukungan dari seluruh pihak.

See also  Gubernur Khofifah: Misi Dagang Jatim–Jateng Tembus Rp3,15 Triliun

Menutup pesannya, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak dan mewujudkan lingkungan yang semakin ramah anak.

“Mari kita jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Anak-anak yang hari ini kita lindungi, didik, dan dampingi dengan penuh kasih sayang, kelak akan menjadi pemimpin yang membawa Indonesia semakin maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya. (AGT)