PemerintahanUmum

Turun ke Lapangan, Wali Kota Surabaya Cek Solusi Banjir di Tanjungsari

255
×

Turun ke Lapangan, Wali Kota Surabaya Cek Solusi Banjir di Tanjungsari

Share this article

ENTERJATIM.COMSURABAYA 11 Mei 2026 – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali turun langsung ke lapangan meninjau kawasan rawan genangan di Tanjungsari. Dalam peninjauan tersebut, ia tak sekadar melihat kondisi, tetapi juga mengecek langsung titik aliran air dan area yang direncanakan menjadi penampungan.

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang fokus pada pengerukan dan pelebaran saluran, kali ini Pemerintah Kota Surabaya menekankan pembangunan sistem penampungan air (bozem) sebagai solusi jangka panjang. Konsep ini diharapkan mampu menahan limpasan air hujan sebelum dialirkan ke saluran utama.

Di lokasi, Eri terlihat berdialog dengan petugas dan warga sekitar, sembari mengamati kondisi tanah dan aliran air di permukaan. Ia menilai, salah satu penyebab genangan yang kerap terjadi bukan hanya kapasitas saluran, tetapi juga perubahan tata ruang yang membuat air sulit mengalir secara alami.

“Air harus punya tempat singgah sebelum dialirkan. Kalau semua langsung dibuang ke saluran yang kapasitasnya terbatas, pasti akan meluap,” ujar seorang petugas di lokasi yang mendampingi peninjauan.

Selain pembangunan bozem, Pemkot juga mengkaji ulang konektivitas antar saluran di kawasan tersebut. Beberapa titik disebut mengalami hambatan aliran akibat penyempitan maupun perbedaan elevasi tanah.

Warga Tanjungsari menyambut langkah ini dengan harapan, meski sebagian masih menunggu realisasi konkret di lapangan. Selama ini, genangan disebut bisa bertahan cukup lama setelah hujan deras, mengganggu aktivitas harian.

See also  Dolar Australia Naik, Data Tenaga Kerja Perkuat Arah Suku Bunga

“Kalau memang ada penampungan air, semoga benar-benar bisa mengurangi genangan. Soalnya selama ini air lama surutnya,” kata salah satu warga.

Pemkot menargetkan sistem penanganan ini dapat memberikan dampak signifikan sebelum musim hujan mendatang. Namun, efektivitasnya tetap akan bergantung pada integrasi antara infrastruktur baru, perawatan saluran, serta penataan lingkungan sekitar.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kota Surabaya dalam mengurangi risiko banjir perkotaan, khususnya di kawasan padat yang mengalami tekanan pembangunan cukup tinggi. (TVE)