PemerintahanPendidikan

Buka Mukernas GPdI 2026, Gubernur Khofifah Soroti Ancaman Pinjol dan Dampak Gadget pada Anak

382
×

Buka Mukernas GPdI 2026, Gubernur Khofifah Soroti Ancaman Pinjol dan Dampak Gadget pada Anak

Share this article

ENTERJATIM.COMSURABAYA, 17 Juni 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kolaborasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berdaya saing di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, pembangunan karakter merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa yang membutuhkan sinergi keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tahun 2026 di Hotel Shangri-La Surabaya.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa lembaga keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat ketahanan mental generasi muda. Gereja, menurutnya, memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak dan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Kekuatan membangun karakter ini memang tidak cukup dilakukan di sekolah. Karena itu, gereja memiliki peran sangat penting untuk mengawal, membimbing, dan menuntun kehidupan anak-anak dan remaja sejak usia dini,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan, perkembangan teknologi dan perubahan sosial menghadirkan berbagai tantangan baru bagi generasi muda. Fenomena perilaku konsumtif yang berujung pada jeratan pinjaman online (pinjol), penggunaan gawai yang tidak terkendali, hingga persoalan kesehatan mental menjadi isu yang memerlukan perhatian bersama.
Ia mencontohkan sejumlah kasus yang ditangani rumah sakit jiwa sebagai gambaran perlunya penguatan pendampingan terhadap anak dan remaja agar mampu menghadapi tekanan sosial dan perkembangan teknologi secara bijaksana.
“Banyak usia muda yang dirawat di RS Menur Surabaya. Salah satunya karena pinjol. Perlu digali lebih jauh apakah pola konsumtif menyebabkan mereka kemudian terjerat pinjol. Ada juga anak-anak yang menjadi korban karena proses yang mungkin kurang termonitor, termasuk dampak penggunaan gadget yang melebihi waktu yang semestinya boleh diakses oleh anak-anak,” ungkapnya.
Karena itu, Gubernur Khofifah mengajak GPdI untuk terus memperkuat pembinaan jemaat secara berjenjang, mulai dari pelayanan bagi balita, anak-anak, hingga remaja. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan ketahanan dalam menghadapi perubahan zaman.
“Kalau kami boleh bermohon, di setiap proses penggembalaan jemaat di gereja, ada binaan khusus untuk balita, ada binaan khusus untuk remaja. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh tanpa pendampingan dan sentuhan spiritual yang memadai,” katanya.
Khofifah meyakini, penguatan karakter melalui lembaga keagamaan akan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus memperkuat ketahanan sosial bangsa. Generasi yang memiliki karakter kuat akan lebih siap menjadi pemimpin, profesional, maupun warga negara yang bertanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai tuan rumah Mukernas GPdI Tahun 2026. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga melahirkan berbagai gagasan dan langkah nyata yang memperkuat kontribusi gereja dalam pembangunan bangsa.
Gubernur Khofifah turut mengajak peserta Mukernas dari berbagai daerah di Indonesia untuk menikmati beragam destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, mulai dari panorama Gunung Bromo yang tengah memasuki musim embun es, keindahan Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang, hingga wisata bahari di Kabupaten Sumenep.
“Kalau sudah sampai di Jawa Timur, tidak menengok Bromo, sayang sekali,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Khofifah berharap seluruh rangkaian Mukernas GPdI Tahun 2026 berlangsung lancar, produktif, dan menghasilkan rekomendasi yang memperkuat peran gereja dalam membangun karakter generasi muda, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan dan harmoni kehidupan berbangsa.
“Mudah-mudahan seluruh proses Musyawarah Kerja Nasional GPdI Tahun 2026 berjalan lancar, produktif, dan tentu memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan kemasyarakatan, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (JUX)

See also  Tanamkan Toleransi, KB-TK Negeri Kuncup Bunga Sidoarjo Meriahkan Hari Kartini