PemerintahanPolitikUmum

Gubernur Khofifah Sebut Perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah Relevan untuk Perkuat Persatuan Indonesia

383
×

Gubernur Khofifah Sebut Perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah Relevan untuk Perkuat Persatuan Indonesia

Share this article

ENTERJATIM.COMJOMBANG, 10 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Haul ke-55 Al Maghfurlah KH. Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Kabupaten Jombang, Minggu (10/5).

Wakil Presiden RI bersama Gubernur Khofifah, Kapolri dan rombongan terlebih dahulu melaksanakan ziarah ke makam KH. Abdul Wahab Chasbullah di pemakaman keluarga Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas. Ziarah berlangsung khidmat dengan pembacaan doa sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan ulama besar pendiri bangsa tersebut.

Ribuan jamaah, ulama, habaib, masyaikh dan santri tampak memadati area pondok pesantren untuk mengikuti doa bersama sekaligus mengenang jejak perjuangan KH. Abdul Wahab Chasbullah atau mbah Wahab yang dikenal sebagai ulama visioner, pendiri Nahdlatul Ulama serta tokoh pemersatu umat.

Dalam kesempatan kali ini, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Presiden RI di tengah para ulama dan keluarga besar pesantren. Menurutnya, kehadiran Wapres menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan para ulama yang telah meletakkan fondasi keislaman, kebangsaan dan persatuan Indonesia.

“Kehadiran Bapak Wakil Presiden menjadi kehormatan besar sekaligus bentuk perhatian nyata terhadap sosok Al Maghfurlah KH. Abdul Wahab Chasbullah, seorang ulama besar, pejuang bangsa, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh penggerak umat yang jejak perjuangannya tetap hidup hingga hari ini,” ujarnya.

Terkait haul, Khofifah mengingatkan bahwa hal ini bukan sekadar tradisi mengenang sosok besar, tetapi juga momentum meneguhkan kembali nilai perjuangan, keteladanan dan pengabdian ulama dalam membangun peradaban bangsa.

Menurutnya, Kyain Wahab Chasbullah merupakan ulama visioner yang telah menunjukkan bahwa agama dan pembangunan tidak dapat dipisahkan. Kemajuan umat, kata Khofifah, harus dibangun di atas fondasi ilmu, akhlak, persatuan dan kecintaan kepada tanah air.

“Atas jasa dan perjuangannya dalam membangun pendidikan, persatuan umat serta kontribusinya bagi bangsa Indonesia, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2014. Nilai-nilai perjuangan beliau harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.

See also  Gubernur Khofifah Ambil Sumpah 128 Kepala Sekolah, Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

Khofifah menjelaskan, KH. Abdul Wahab Chasbullah sejak awal telah menempatkan pesantren bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat peradaban, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat penguatan kebangsaan.

Spirit itulah, lanjut Khofifah, yang terus menjadi pijakan Pemprov Jatm dalam membangun daerah. Pembangunan tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan, keadilan sosial serta membangun manusia yang berkarakter dan berakhlakul karimah.

“Karena itu Pemprov Jatim terus memperkuat sinergi dengan pesantren, ulama dan organisasi keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan. Kami meyakini bahwa kekuatan moral dan spiritual masyarakat merupakan pondasi utama kemajuan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menilai keteladanan Kyai Wahab Chasbullah juga tercermin dalam komitmennya menjaga persatuan di tengah keberagaman melalui penguatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan di tengah tantangan global, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika ekonomi yang terus berkembang. Karena itu, masyarakat harus terus menjaga kerukunan, semangat gotong royong, dan persaudaraan.

“Kiai Wahab mengajarkan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan perpecahan. Justru persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong adalah kekuatan utama bangsa,” tegasnya.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya membangun kemandirian umat sebagaimana diwariskan Kyai Wahab. Menurutnya, santri tidak hanya harus alim dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan sosial, ekonomi, serta jiwa kewirausahaan.

“Maka pesantren harus terus kita dorong menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat, pusat kewirausahaan, pusat inovasi sekaligus pusat lahirnya generasi yang berintegritas, mandiri dan berdaya saing,” ucapnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, Jawa Timur memiliki kekuatan besar karena ditopang kultur pesantren yang kuat. Ribuan pesantren di Jawa Timur selama ini tidak hanya menjadi benteng moral masyarakat, tetapi juga kekuatan sosial yang menjaga harmoni dan stabilitas daerah.

Ia pun mengajak generasi muda dan para santri untuk terus meneladani perjuangan mbah Wahab. Bahwa menjadi santri berarti siap mengabdi untuk agama, bangsa dan kemanusiaan.

“Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dan perjuangan harus dilakukan dengan ilmu, kebijaksanaan serta akhlakul karimah,” katanya.

See also  Entry Meeting LKPD 2025 Digelar, Khofifah Indar Parawansa Beberkan Strategi Pertahankan WTP

Khofifah berharap momentum haul menjadi penguat spiritual bagi seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan perjuangan para ulama membangun Jawa Timur yang maju, adil, makmur dan penuh keberkahan.

“Jawa Timur tidak hanya harus unggul secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai religiusitas dan kemanusiaan. Mari kita jadikan doa-doa dalam haul ini sebagai kekuatan batin untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa dan daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dalam arahannya menegaskan pentingnya generasi muda dan para santri meneladani perjuangan serta pemikiran KH. Abdul Wahab Chasbullah di tengah berbagai tantangan global saat ini.

Wapres Gibran menambahkan, KH. Abdul Wahab Chasbullah merupakan tokoh penggerak yang mewariskan semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju serta komitmen kuat terhadap kemajuan bangsa. Karena itu, nilai-nilai perjuangan beliau harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Santri sebagai generasi muda harus mampu meneladani Mbah Kiai Wahab. Tidak hanya berakhlak mulia dan cinta tanah air, tetapi juga berani berinovasi serta mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman, termasuk disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik global,” ujarnya.

Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, pengasuh pondok pesantren, guru, bu nyai dan keluarga besar pesantren yang selama ini berkontribusi melahirkan generasi penerus bangsa yang berilmu, beriman dan memiliki keterbukaan berpikir.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar memiliki kekuatan besar melalui keberadaan pesantren dan para santri. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pun dinilai telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan menjadi contoh pesantren yang mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui pengembangan pendidikan tinggi.

Selain itu, Wapres turut menyampaikan dukungan terhadap pengembangan layanan haji yang tengah diinisiasi pemerintah melalui program Kampung Haji. Program tersebut diharapkan dapat memperlancar layanan administrasi, mempermudah proses keberangkatan serta menekan biaya haji bagi masyarakat.

Di akhir, Wapres menitipkan pesan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda untuk terus mengawal berbagai program prioritas Presiden agar berjalan optimal di daerah, khususnya di Jawa Timur. (VAZ)