ENTERJATIM.COM – SURABAYA, 4 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang menghadirkan inovasi melalui Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) gabungan murid SD, SMP, dan SMA serta penampilan murid Sekolah Rakyat (SR) yang mampu berpidato dalam lima bahasa.
Upacara Hardiknas tahun ini mencatatkan sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya di Indonesia, pengibar bendera pada upacara tingkat provinsi melibatkan siswa lintas jenjang, bahkan dipimpin oleh komandan barisan dari siswa sekolah dasar (SD).
“Ini luar biasa. Baru pertama kali di Indonesia, Paskibra tingkat provinsi melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA secara terintegrasi. Bahkan komandan barisannya dari siswa SD. Ini menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri anak-anak kita sangat luar biasa,” ujar Khofifah.
Menurutnya, kualitas fisik para siswa juga menunjukkan perkembangan positif. Ia menyoroti bahwa tinggi badan siswa SD yang terlibat bahkan sudah setara dengan siswa SMP dan SMA, yang menjadi indikator penting peningkatan kualitas gizi anak.
“Kalau kita lihat, siswa SD kita sudah setinggi siswa SMP dan SMA. Ini menunjukkan bahwa asupan gizi anak-anak kita sudah semakin baik. Ini adalah investasi besar bagi masa depan generasi kita,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengaku terharu menyaksikan penampilan lima murid Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto yang membacakan pidato dalam lima bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Arab. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Jawa Timur terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global.
“Dari anak-anak di sekolah rakyat ini mampu menyampaikan pidato dalam lima bahasa, Jerman, Jepang, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan tentunya Bahasa Indonesia, ini luar biasa,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan komitmen Jawa Timur melalui Jatim Cerdas sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus pusat lahirnya generasi talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu di momentum ini, Gubernur Khofifah mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi guna mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, dan berdaya saing global melalui semangat Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak.
“Mari kita perkuat kolaborasi untuk mengembalikan esensi pendidikan, kita butuh pendidikan yang tidak sekedar mengejar prestasi tapi juga merawat kemanusiaan, yang tidak hanya mengasah kecerdasan, tapi juga membentuk karakter dan integritas,” kata Gubernur Khofifah.
“Dari ruang-ruang kelas hari ini lahir generasi penentu masa depan, saya yakin, kita semua yakin, Jawa Timur akan mampu melahirkan pemimpin pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global,” imbuhnya.
Khofifah mengatakan pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus bergerak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Semangat partisipasi semesta yang digaungkan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah kebijakan nasional.
‘Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’ menjadi tema yang diangkat pada Hardiknas tahun ini. Tema ini menegaskan pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Dalam kerangka pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo, pendidikan ditempatkan sebagai landasan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh.
“Artinya, pendidikan adalah kunci strategis kemajuan bangsa. Bukan hanya soal akses, tetapi juga kualitas, relevansi, dan dampaknya bagi kehidupan,” sebutnya.
Gubernur Khofifah menilai saat ini dunia pendidikan tengah berada pada proses menggeser paradigma dari yang semata mengejar capaian akademik, menjadi pendidikan yang mendengar, memahami, dan merawat potensi serta kondisi batin peserta didik. Pendidikan harus menjadi ruang yang aman secara psikologis, bukan hanya kompetitif secara akademis.
Arah besar pendidikan nasional tersebut, lanjutnya, memerlukan penguatan di tingkat daerah agar benar-benar berdampak nyata. Karena di daerah-lah pendidikan dijalankan, dirasakan, dan diuji kualitasnya. Jawa Timur mengambil peran strategis melalui tema ‘Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing.’
Menurutnya sinergi antara tema nasional dan “Jatim Cerdas” menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan pendidikan yang benar-benar berdampak. Ia mengatakan Jawa Timur optimistis mampu terus meneguhkan perannya sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus pusat lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita aktif menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah di manapun mereka berada, memastikan mereka kembali mendapatkan hak pendidikan secara utuh,” ungkapnya.
Upaya tersebut diwujudkan tidak hanya melalui perluasan akses, tetapi juga memastikan sarana prasarana pendidikan dan kualitas fasilitas pembelajaran hadir secara merata. Pemprov Jatim juga menghadirkan lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, indah, dan nyaman.
“Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang inspiratif, bukan sekadar tempat hadir,” ucapnya.
Gubernur Khofifah juga menempatkan kesehatan psikologis siswa sebagai prioritas, melalui penguatan layanan Bimbingan dan Konseling yang mendampingi perkembangan emosional, mendeteksi dini tekanan psikologis, serta membangun ketahanan mental dan karakter. Partisipasi semesta juga harus diwujudkan dalam keterlibatan aktif keluarga.
“Peran orang tua diperkuat sebagai mitra strategis dalam pendidikan. Budaya integritas terus kita tanamkan dengan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama,” ujarnya.
Sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kualitas proses pembelajaran, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan melakukan penataan penggunaan gadget di sekolah saat pembelajaran. Langkah penting ini dilakukan untuk memperkuat interaksi sosial dan kolaborasi antar siswa.
“Sekolah juga kita dorong menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan, sebagai bagian dari pembentukan karakter berkelanjutan,” tuturnya.
Di saat yang sama, Gubernur Khofifah menyebut inovasi menjadi kunci untuk memastikan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Berbagai program terus kita kembangkan diantaranya melalui Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), sudah ada 146 SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta menjadi pusat pembelajaran produktif berbasis ketahanan pangan.
“Saya rasa kita semua akan memberikan apresiasi yang luar biasa, saya melihat di Ploso klaten Kediri, anak-anak SMK telah bisa melakukan mekanisme peternakan yang cukup modern, ada ayam petelur yang telurnya sudah menjadi bagian dari telur Omega,” ungkapnya.
Selain itu juga ada East Java Innovative Education Summit (EJIES) yang menginisiasi ribuan inovasi guru yang berdampak bagi kualitas pembelajaran. Lalu Double Track SMA, pengembangan kendaraan listrik SMK, serta Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG).
“Tujuannya untuk penguatan kemandirian ekonomi guru honorer melalui kewirausahaan,” sebutnya.
Ia juga mengatakan Pemprov Jatim tengah berupaya menyiapkan calon pemimpin masa depan melalui penguatan sekolah berbasis ketarunaan di berbagai wilayah Jawa Timur. Berbagai upaya tersebut telah menunjukkan hasil yang membanggakan yang secara konsisten menorehkan prestasi di tingkat nasional.
“Selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes dan enam tahun berturut-turut selama enam tahun, semoga akhir mei ini nanti Jawa Timur kembali menjadi yang terbanyak diterima di PTN dengan tes,” katanya.
Tidak hanya itu, selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Timur meraih juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional. Jawa Timur juga menjadi juara umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta meraih medali terbanyak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) selama lima tahun berturut-turut.
“Yang tak kalah membanggakan, karya siswa SMK Jawa Timur di bidang fashion berhasil tampil di ajang internasional di Hong Kong, menunjukkan daya saing global pendidikan vokasi kita,” ucapnya.
Capaian tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pendidikan. Kerja keras guru, dedikasi kepala sekolah, dukungan orang tua, dan tentu saja semangat luar biasa para siswa.
“Apresiasi kami berikan kepada para guru di Jawa Timur yang dengan ketulusan dan ketekunan terus membimbing serta mendampingi siswa hingga mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.
Keberhasilan tersebut juga diperkuat oleh intervensi program yang terarah dan inklusif. Salah satunya melalui Program ‘Mama Mau Naik Kelas – Madura Maju, Madura Unggul, dan Madura Naik Kelas’ yang menjadi model penguatan akses dan pendampingan pendidikan secara lebih intensif.
“Program ini menunjukkan hasil yang sangat signifikan, dengan persentase siswa diterima melalui SNBP di sekolah pilot mencapai 44,64 persen, jauh di atas rata-rata Jawa Timur sebesar 27,20 persen,” ungkapnya.
Namun demikian, Khofifah menegaskan bahwa prestasi bukanlah titik akhir melainkan proses yang harus terus dirawat, ditingkatkan, dan diperluas. Guna memastikan pemerataan kualitas sarana pendidikan di seluruh Jawa Timur, komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Revitalisasi dan Rehabilitasi Satuan Pendidikan.
Penyematan lencana Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya (JBMB) oleh Pembina Upacara kepada 19 penerima. JBMB Emas diberikan kepada Founder ESQ Training Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian. JBMB Perak diberikan kepada Head of CSR Depatement pada PT. Astra Daihatsu Motor Yazid Al Faizun dan CEO PT. Indobismar Siswanto.
Sementara JBMB Perunggu disematkan kepada 16 penerima diantaranya Kabid Pendidikan SMK Dindik Prov. Jatim Anny Saulina, Ka. Cabdin Wilayah Sidoarjo pada Dindik Prov. Jatim Kiswanto, dan Kepala SMKN 1 Purwosari Pasuruan Nining Faridah, Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh. Arifin.
“Beliau-beliau ini memberikan support yang luar biasa bahwa Jawa Timur Insya Allah hari ini dan yang akan datang kita bersiap menjadi lumbung talenta nasional,” tuturnya.
Di akhir Gubernur Khofifah menyampaikan Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 kepada seluruh insan pendidikan di Jawa Timur. Ia mengajak untuk terus menguatkan partisipasi semesta untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.
“Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal jariyah, menjadi jalan kemajuan bagi anak-anak kita, dan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” pungkasnya. (WVG)




